Surat dari Seorang TheRainKeeper (1)

Chord Lagu Gagal Bersembunyi

Hai hai.. Ayoo nyanyikan single terbaru The Rain  Gagal Bersembunyi, kamu bisa nyontek chordnya di bawah ini.. Cuma rindu? Nyanyi aja.. 🙂

 

Gagal Bersembunyi

Lirik & lagu : Indra Prasta

Intro: E

 

E               C#m                         F#m   B

Hei, apa kabarmu jauh di sana

B/A      G#m    C#m      F#m

Tiba-tiba teringat cerita yang pernah kita

B

Upayakan

E               C#m                        F#m        B

Kupikir aku berhasil melupakanmu

B/A    G#m   C#m           F#m                            B

Berani-beraninya kenangan itu datang tersenyum

A#/C C#m       A#/C          B

Meskipun jalan kita tak bertemu

F#/A#          F#m

Tapi tetap indah bagiku

B

Smoga juga bagimu

 

E       B/D#      C#m   B

Kau tau aku merelakanmu

A

Aku cuma rindu

B

Aku cuma rindu

E           B/D#       C#m   B

Takkan mencoba tuk merebutmu

A      F#m

Aku cuma rindu

B       E

Itu saja

 

E       C#m            F#m   B

Gagal, kali ini gagal bersembunyi

B/A     G#m C#m

Di balik kata-kata bijak

F#m               B                    E

Yang selalu mampu membuat aku terlihat tangguh

C#m                F#m  B        B/A

Padahal hancur lebur harapan yang terlanjur

G#m  C#m   F#m B

Kupercaya   aaaaa

A#/C C#m       A#/C          B

Meskipun jalan kita tak bertemu

F#/A#          F#m

Tapi tetap indah bagiku

B

Smoga juga bagimu

#LaguTheRainFavorit Video Contest

Ceritakan ke kami lagu The Rain favoritmu, lewat video!

Kamu berkesempatan memenangkan hadiah seru! Ada voucher Lee Cooper senilai total 2 juta Rupiah untuk 3 orang pemenang!

Cara ikutannya gampang!

1. Tentukan lagu The Rain yang menjadi favorit kamu. Lalu rekam video kamu menyanyikan lagu tersebut. Tidak harus dari awal sampai akhir lagu. Sebagian lagu juga boleh. Contoh: Reff-nya saja. atau bait pertamanya saja. Full 1 lagu juga boleh. Bebas!

2. Musik latarnya bebas! Boleh dengan musik aslinya, boleh dengan alat musik yang dimainkan sendiri atau oleh orang lain, boleh juga acapella (tanpa alat musik). Atau cuma berani lipsync dengan musik aslinya? Boleeehh

3. Mau rekam versi instrumental (tanpa vokal)? Boleh! Mainkan lagu The Rain favorit kamu dengan alat musik yang bisa kamu mainkan.

4. Di ujung video, ceritakan dengan singkat kenapa kamu menyukai lagu tersebut atau ceritakan apa yang kamu suka dari The Rain. Singkat saja.

5. Video dapat diambil menggunakan kamera apa saja yang bisa merekam video. Kamera ponsel, DSLR, apa saja. Bebas!

6. Boleh sendirian, boleh rame-rame. Kalau rame-rame, disepakati dulu pembagian hadiahnya kalau  ternyata menang ya.

7. Durasi video: Minimal 1 menit. Maksimal 6 menit.

8. Upload ke YouTube dengan format judul sbb: Lagu The Rain Favorit: (judul lagu).

Contoh: Lagu The Rain Favorit: Perempuan Hujan

9. Share link-nya ke semua akun social media yang kamu punya dengan menggunakan hashtag

#LaguTheRainFavorit
Jangan lupa mention @TheRainBand dan @LeeCooperIndo di Twitter.

10. Tiga video yang paling banyak mendapatkan like di YouTube akan menjadi pemenangnya. Pemenang pertama mendapatkan voucher Lee Cooper senilai 1 juta Rupiah. Pemenang kedua dan ketiga masing-masing mendapatkan voucher Lee Cooper senilai 500 ribu Rupiah.

11. Periode kontes: 19 Oktober  sampai 7 November 2014 pukul 15.00 WIB. Pengumuman pemenang: 8 November 2014.

12. Tidak menyinggung SARA, tidak mengandung unsur kekerasan dan pornografi.

 

Ayo rekam dan upload video karya kamu. Jadilah bagian dari perjalanan  cihuy The Rain lewat keseruan kali ini. JABAT ERAT!

 

Bersiap

Processed with VSCOcam with m5 preset

Hari ini 3 September 2014, sudah hampir setahun sejak The Rain merilis Terlatih Patah Hati pada 18 November 2013. Salah satu single paling ajaib yang pernah kami rilis. Hingga hari ini, Terlatih Patah Hati masih masuk chart di beberapa radio dan televisi.

Apa yang kau lakukan setelah karya baru band-mu menjadi hit di mana-mana?
Well, sebagai musisi, hal yang mungkin paling benar dilakukan adalah terus menulis karya berikutnya.

Bagaimana jika karya berikutnya tidak menjadi hit sebesar karya sebelumnya?
Well, every song has its own magic, its own journey. Menjadi hit atau tidak, faktornya banyak sekali. Jadi, sebagai musisi, yang penting terus berkarya sebaik mungkin. Sesederhana itu. Lalu bagaimana dengan faktor lainnya? Untuk berbagai perencanaan persiapan rilis dan kegiatan setelahnya, Berembuklah dengan tim yang kamu punya.

Jadi, di sinilah kami. Dua bulan menggarap sebuah single baru. Berbenah secara manajemen agar persiapan rilisnya lebih baik. Maklum, pengerjaannya tetap swadaya. Tapi kami menemukan banyak hal baik dari itu. Ide-ide lebih lepas tertuang. Perencanaan lebih terasa menyenangkan dibalik semua keterbatasan yang ada.

Beberapa bulan lagi.
See you soon.

Indra Prasta

Kenapa Berempat?

Dulu sering ada yang bertanya ke The Rain, “Kenapa kalian berempat saja?” Biasanya dijawab sambil bercanda,”Karena The Beatles berempat.”
The Beatles, band yang dalam perjalanan singkat mereka sebagai kuartet (1960-1970) telah mengubah dunia. Hingga kini, keajaiban karya-karya mereka terus memengaruhi jutaan musisi di seluruh dunia.
John, Paul, George & Ringo.
Live forever, The Beatles.

The_Rain_The_Beatles

 

Tulisan di Gitar Indra

Gitar Indra

Teman-teman yang pernah melihat The Rain manggung mungkin melihat beberapa tulisan di gitar-gitar yang saya pakai. Yang ada di gambar ini adalah coretan pertama saya dulu, hehe. Ini diambil saat The Rain manggung di Jogja akhir tahun 2003, dua bulan setelah album pertama The Rain, Hujan Kali Ini, dirilis.

Rainy Days

It’s Just Rock & Roll

Dua puluh tahun lalu, di jam-jam seperti saat tulisan ini dibuat, saya sedang sibuk mendengarkan koleksi kaset kesayangan. Jumlahnya tidak banyak, berhubung uang jajan dari orangtua sangat terbatas. Kaset pertama yang saya beli adalah Kantata Takwa, hasil patungan berdua dengan abang saya. Kalau tidak salah harganya lima ribu rupiah. Lalu menyusul beberapa album dari berbagai aliran.

Untunglah ada tambahan koleksi kaset lawas milik ayah saya. Jadi lumayan banyak kaset yang bisa saya putar setiap hari saat itu. Dari Bee Gees hingga Def Leppard, dari seri kompilasi Dream Express (beserta buku-bukunya) hingga keempat seri Camelia milik Ebiet G. Ade. Mendengarkan banyak lagu dari berbagai aliran sejak kecil cukup berdampak baik bagi saya dalam menghargai keberagaman, meskipun kadang-kadang gagal saat tiba-tiba mendengar lagu-lagu d’Bagindas atau lagu apapun jika di-cover oleh Sabrina, penyanyi Filipina itu. He-he-he.

Ada sebuah lagu rilisan dua puluh tahun lalu yang mengubah mimpi saya. “Creep” dari Radiohead. Sejak mendengar lagu itu, saya kembali bertekad untuk belajar gitar. Dua tahun sebelumnya saya sempat tergerak untuk belajar gitar setelah mendengar “You’re All I Need” milik White Lion, namun harapan segera pupus karena saat itu susah sekali memainkan lagu sialan itu. “Creep” merupakan sebuah komposisi sederhana namun sangat kuat. Saya mulai belajar gitar. Kini, dua puluh tahun kemudian, main gitarnya masih berantakan. Ha-ha-ha.

Tapi saya berhasil menjalankan sebuah band yang awet bersama tiga sahabat saya. Kami berempat mulai nge-band bersama tiga belas tahun lalu; mulai menggunakan nama The Rain sekitar dua belas tahun lalu. Hari ini, kami masih empat orang sahabat yang sama: Iwan Tanda, Aang Anggoro, Ipul Bahri dan saya. Cukup banyak yang terlewati selama belasan tahun ini. Sebagian terangkum lewat Komik Cihuy Anak Band yang kami rilis tiga tahun lalu.

Ada banyak pengalaman lainnya yang tidak dimasukkan ke komik tersebut. Terlalu pahit. Saya bersyukur bisa menikmati perjalanan ajaib bersama The Rain. Band pop kami ini memiliki cerita yang lebih rock & roll daripada yang kami bayangkan dulu. But hey, it’s just rock & roll.

Tahun ini, satu setengah tahun setelah merilis album studio kelima, dan dengan kondisi kembali menjadi band yang unsigned—tanpa kontrak dengan label manapun, kami masuk studio untuk merampungkan sebuah lagu baru. Buntu dengan aransemennya, kami mengajak Stephan Santoso dari Musikimia untuk bergabung sebagai produser.

Stephan mau bergabung setelah mendengar lagu mentahnya. Kami kembali berkutat di studio, kali ini berlima. Ada satu hal yang menarik dari kerja sama dengan Stephan Santoso: setelah beberapa waktu mengenal The Rain, sepertinya Stephan terlibat secara emosional dengan kami—bukan sekadar kerja sama bisnis antara produser dan band.

Pada awalnya, negosiasi mengenai harga dan mekanisme kerja sama berlangsung sangat serius. Beberapa bulan kemudian, setelah master siap untuk diambil, saya menghubungi Stephan untuk menyelesaikan 50% sisa pembayaran—dia malah menolak. ”Pakai saja dulu buat promo,” katanya serius. Mungkin dia benar-benar senang dengan hasilnya, atau mungkin dia hanya kasihan dengan band ini setelah kenal dengan kami. Ha-ha. Mungkin juga dua-duanya. Tapi saya tahu, dia senang bisa kenal dengan The Rain. Kami bisa merasakannya. Oh ya, saya tetap melunasi 50% sisa pembayaran tersebut setelah sedikit memaksa.

Suatu pagi, beberapa hari setelah Stephan Santoso bergabung, tiba-tiba saya terpikir untuk mengajak band lain untuk bergabung di lagu yang sedang kami kerjakan itu. Nama pertama yang terpikir adalah Endank Soekamti. Sahabat seperjuangan kami dari Yogya sejak sama-sama belum punya album. Pagi itu juga saya usulkan ke Iwan, Ipul & Aang. Mereka setuju.

Tak lama kemudian saya bertemu dengan Erix, Dory dan Ari Soekamti saat mereka ada jadwal manggung di Jakarta. Saya utarakan rencana itu. Mereka bersedia bergabung. Proses rekaman jarak jauh dilakukan. Rekaman surat-menyurat, kirim-mengirim data. The Rain rekaman di Jakarta, Endank Soekamti di Yogya.

Setelah lagu “Terlatih Patah Hati” rampung direkam, kami memutuskan untuk merilis sendiri single tersebut lewat kerja sama titip distribusi dengan GP Records. Semua berjalan cukup lancar hingga kami mengetahui bahwa Ipul, bassist kami, sakit cukup keras. Ada gangguan di paru-paru dan bahunya. Ipul harus menerima suntikan antibiotik setiap hari selama tiga bulan.

Saat saya menulis ini, Ipul telah menjalani dua kali operasi dan terus menjalani pengobatan. Dalam kondisi seperti itu, Ipul tetap memaksakan diri untuk hadir dalam sebagian jadwal panggung dan syuting video teaser untuk single ini. Ipul juga meneruskan pengerjaan desain situs the-rain-band.com.

Kini setelah semua yang saya alami bersama The Rain, saya benar-benar beruntung bisa bertemu ketiga sahabat saya itu. Kami mungkin tak termasuk dalam 100 band paling populer, tapi saya tahu kami adalah salah satu band paling tangguh di Indonesia. After all, it’s just rock & roll.

 

*Tulisan ini dimuat di majalah Rolling Stone Indonesia edisi Januari 2014 dan di website Rolling Stone Indonesia